Hari Doa Sedunia (IFES), Maret 2003 di seluruh Indonesia

 

Berita & Peristiwa Lain
Pengurus PMK Poso baru terbentuk periode 2004-2005
Pelayanan Perkantas sudah cukup di kenal di kalangan hamba-hamba Tuhan
PAK Pekanbaru menekankan pelayanannya pada pembenahan KTB-KTB alumni.
Pelatihan menulis Essay
Fellowship and Fasting Easter Medical
Tim Doa Nasional
Kamp Nasional Pembimbing Siswa 2004
Kamp Regional Mahasiswa (KRM) Indonesia Timur 2004
Training PI Untuk Pemimpin PA Madya dan Senior
Acara Weekend Dengan Tema `Melayani Bukan Dilayani`

Pelayanan mahasiswa adalah suatu pelayanan yang unik. Beberapa karakteristik yang unik di antaranya adalah: pertama, pelayanan ini bersifat mengalir, karena mahasiswa berada di kampus umumnya sekitar 3-5 tahun saja. Kedua, pelayanan ini bersifat interdenominasi, karena mahasiswa di banyak kampus umumnya berasal dari berbagai gereja/denominasi yang berbeda. Ketiga, pelayanan ini bersifat strategis, karena mahasiswa yang hari ini berada di kampus umumnya akan menjadi pemimpin di berbagai bidang dan level, baik di gereja maupun masyarakat.

Panggilan khusus untuk melayani mahasiswa berkaitan sangat erat dengan keunikan ini. Dari gambaran beberapa karakteristik di atas tampak adanya kebutuhan untuk mengerjakan pelayanan yang bernilai strategis ini secara khusus. Gereja lokal sulit untuk bisa secara langsung melayani di kampus-kampus. Salah satu alasan utama adalah berkaitan dengan karakteristik multidenominasi yang umum ditemui di kampus. Gereja mana yang paling berhak untuk melayani mahasiswa yang berasal dari denominasi yang beraneka ragam?
Waktu tiga sampai dengan lima tahun menjadi mahasiswa relatif pendek bila diukur dengan masa hidup manusia pada umumnya. Akan tetapi kurun waktu ini sangatlah menentukan dalam kehidupan banyak orang. Pada masa inilah pola berpikir seseorang terbuka lebar untuk menerima konsep-konsep yang lebih matang, yang bisa berpengaruh terhadap sisa perjalanan hidupnya selanjutnya. Bila pembentukan rohani, moral, dan mentalnya berjalan dengan baik, maka mereka akan membawa berkat bagi banyak orang. Bila tidak, maka mereka hanya akan menjadi orang yang berguna untuk diri sendiri, atau malah membawa celaka bagi banyak orang.
Krisis berkepanjangan yang masih terus berlangsung di negara kita menjadi suatu gambaran yang sangat jelas akan hal ini. Negara kita tidak kekurangan sumber daya alam. Negara kita tidak kekurangan orang pintar. Yang kurang adalah orang-orang pintar yang bermoral. Alangkah bedanya wajah Indonesia, seandainya negara ini memiliki cukup pemimpin, di berbagai lapisan, yang berkualitas moral dan mental tinggi.
Dalam kaitan ini maka kita melihat betapa pentingnya mahasiswa dilayani dengan baik semasa mereka ada di bangku kuliah. Bahwa mereka akan menjadi pemimpin di kemudian hari, itu tidak perlu diragukan lagi. Di berbagai sektor dan berbagai lapisan masyarakat mereka akan menjadi panutan (positif ataupun negatif) dan pemegang keputusan. Demikian juga halnya dalam kehidupan gereja. Adalah suatu praktek yang lazim di banyak gereja lokal bahwa mereka yang memiliki kedudukan di dalam masyarakat kemudian diberi kehormatan juga melayani sebagai penatua. Akan membuat perbedaan besar bila para mahasiswa ini diperlengkapi secara rohani, sehingga di tempat-tempat strategis yang akan mereka duduki mereka bisa menjadi berkat bagi banyak orang, membawa kehadiran kerajaan Allah dalam berbagai bentuk. Visi inilah yang Tuhan berikan kepada Perkantas untuk mengkhususkan diri menggarap ladang pelayanan mahasiswa.
Dalam tulisan yang sangat indah “I have a Dream…”, Bel Magalit, salah seorang tokoh pelayanan mahasiswa di Asia Timur mengungkapkan visi tersebut mengenai pelayanan mahasiswa di negaranya.