 |
|
 |
 |
|
 |
|
 |
| Peran
dan Fungsi Persekutuan Mahasiswa Kristen (KOTA) |
| I. |
Peran
dan Fungsi PMK kota |
| |
Untuk mewujudkan visi dan melaksanakan
misi Perkantas di kalangan mahasiswa, di kota-kota yang
memiliki Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta,
dan akademi, Perkantas membangun PMK kota dengan maksud
untuk berperan (role = a function or office assumed
by someone) dan berfungsi (function = a special duty
or performance required in the course of work or activity)
sebagai berikut : |
| |
1. Pemelihara Visi dan Misi
Pelayanan Mahasiswa |
| |
| A. |
Peran: |
| |
Kehadiran PMK kota sebagai wadah
yang memelihara visi dan misi pelayanan mahasiswa
dengan maksud agar persekutaun mahasiswa angkatan
demi angkatan di kampus-kampus dalam kotanya mengerjakan
visi dan misi pelayanan sesuai dengan maksud perintisannya.
|
| B. |
Fungsi:
PMK kota dapat mewujudkan perannya sebagai pemelihara
visi dan misi pelayanan mahasiswa Kristen dengan
mengerjakan fungsinya dalam : |
|
|
|
| |
|
| |
| 1. |
Mengadakan pembekalan
kepada calon pengurus PMK-PMK kampus tentang seluk-beluk
persekutuan mahasiswa yang berfungsi untuk membukakan
wawasan dan mendorong calon pengurus untuk mengerjakan
visi dan misi PMK dalam masa kepengurusannya |
| 2. |
Mengadakan konsutasi bagi para pengurus
PMK kampus yang berfungsi mengarahkan para pengurus
untuk konsisten mengerjakan visi dan misinya, menolong
para pengurus PMK dalam problem solving |
| 3. |
Menyediakan trainer untuk topik2
yang berkaitan dengan seluk beluk pelayanan mahasiswa
bagi PMK kampus |
|
|
| |
|
|
| |
2. |
Pusat Pembinaan
| A. |
Peran: |
| |
PMK kota berperan sebagai wadah pembinaan
mahasiswa Kristen dengan maksud agar kerohanian mahasiswa
bertumbuh kearah kedewasaana iman dan hidup mereka berpadanan
dengan Injil Kristus. |
| B. |
Fungsi: |
| |
PMK kota dapat mewujudkan perannya sebagai
pusat pembinaan mahasiswa Kristen dengan mengerjakan fungsinya
dalam :
| 1. |
Menyediakan pembimbing
kelompok kecil yang melatih mahasiswa (anggota KK)
untuk menjadi murid kristus |
| 2. |
Menyediakan Pembinaan Iman intensif/berkala |
| 3. |
Menyediakan Kamp-kamp Pemuridan/Pembinaan |
| 4. |
Menyediakan kelompok2 dan pelatihan2
pemahaman Alkitab |
| 5. |
Menjadi pusat pengajaran Firman
Allah yang sehat |
| 6. |
Trendsetter dari pola dan metode
pembinaan yang tepat guna |
| 7. |
Mengadakan Perpustakaan, bahan-bahan
pembinaan |
| 8. |
Dll |
|
|
| |
|
|
| |
3. |
Pusat informasi dan komunikasi:
| A. |
Peran: |
| |
PMK kota berperan sebagai wadah informasi
dan komunikasi bagi PMK-PMK fakultas dan kampus. Wadah
ini sangat diperlukan karena pelayanan membutuhkan kesehatian,
kesamaan arah guna menjangkau lebih banyak mahasiswa.
Informasi dan komunikasi menunjang terjadinya relasi yang
harmonis dimana bisa ada saling menopang, saling menolong
dalam mengerjakan pelayanan untuk menjangkau mahasiswa
dikota tsb. |
| B. |
Fungsi: |
| |
PMK (kota) dapat mewujudkan perannya sebagai
pusat informasi dan komunikasi dengan mengerjakan fungsi
:
| 1. |
Mengadakan forum komunikasi
sekota yang dihadiri oleh pengurus-pengurus PMK
kampus (sekota) |
| 2. |
Menerbitkan bulletin doa pelayanan
sekota dan menyalurkan majalah Dia |
| 3. |
Penyediaan data-data pembicara,
tempat retreat, bahan-bahan pembinaandll (bank data) |
| 4. |
Retraet pengurus PMK sekota |
| 5. |
Dll |
|
|
| |
|
|
| |
4. |
Pusat penelitian dan pengembangan
| A. |
Peran: |
| |
PMK kota berperan sebagai pusat penelitian
dan pengembangan adbagi PMK kampus dan fakultas agar pelayanan
mengalami perkembangan yang mengarah pada visi dan mencapai
kwalitas dan kwantitas yang diharapkan. Dan terhindar
dari kemandegan (stagnasi).
Kepengurusan yang berganti tiap tahun kadang membuat pelayanan
tidak berjalan dengan berkesinambungan dari tahun ketahun.
Hal ini akan mempengaruhi pencapaian goal. Dengan adanya
Litbang di PMK (kota) diharapkaan dapat menolong PMK kampus
mewujudnyatakan pelayanan yang aktual dan menjawab kebutuhan
mahasiswa, sekaligus mencapai goal yang diharapkan. Karena
penelitian yang akurat memungkinkan PMK mengantisipasi
kendala dan mengimplementasikan (kekinian) hasil riset
bagi kemajuan pelayanan. |
| B. |
Fungsi: |
| |
PMK kota dapat berperankan sebagai Pusat
litbang dengan memfungsikan diri sebagai :
| 1. |
Tim reset yang anggotanya
terdiri dari senior PMK-PMK Kampus (koord, pelaksana,
pengolah, dll) |
| 2. |
Hasil riset didistribusikan ke
PMK-PMK yang membutuhkan |
| 3. |
Pemberi masukan bagi perkembangan
pelayanan kampus (konsultasi) |
| 4. |
Dll |
|
|
| |
|
|
| |
5. |
Pusat Perintis Persekutuan Kampus
| A. |
Peran: |
| |
Peran PMK kota adalah mendirikan (baca
merintis) persekutuan-persekutuan di kampus/fakultas yang
belum memiliki persekutuan mahasiswa. Perintisan bertujuan
agar para mahasiswa di kampus tersebut terjangkau oleh
Injil dan terbina sehingga kampus dimenangkan bagi Kristus.
Perintisan efektif dilakukan oleh mehasiswa sendiri. |
| B. |
Fungsi: |
| |
PMK (kota) mewujudkan perannya sebagai
perintis persekutuan kampus dengan mengerjakan fungsi
:
| 1. |
Pendoa bagi kampus
yang akan dirintis. |
| 2. |
Pencari orang-orang kunci |
| 3. |
Penanam visi (membagikan visi pelayanan
mahasiswa kepada orang-orang kunci) |
| 4. |
Pembimbing KK (sebagai tim perintis
persekutuan) |
| 5. |
Penopang perintisan pelayanan (sebagai
narasumber, dll) |
| 6. |
Pengarah pelayanan |
| 7. |
Dll |
|
|
| |
|
|
| |
6. |
Pusat Networking
| A. |
Peran: |
| |
Peran Networking terkait erat dengan PMK
kota sebagai pusat informasi dan komunikasi. Tujuannya
supaya PMK-PMK (kampus) terkoordinasi, laras dan padu
baik dari segi pembinaan, penginnjilan, kerja sama dan
pencapaian visi dan misi pelayanan mahasisiwa. Dengan
adanya networking kesenjangan antara PMK (kota) dengan
PMK-PMK (kampus) dapat terhindar dan tidak akan terjadi
ke-eksklusif-an. |
| B. |
Fungsi: |
| |
PMK (kota) dapat mewujudkan perannya sebagai
link antar persekutuan kampus dengan mengerjakan fungsi
:
| 1. |
Pengkoordinasi kegiatan-kegiatan
secara bersama. Seperti misalnya proyek penginjilan
bersama (melalui kebaktian awal tahun ajaran) |
| 2. |
Pengerak Forum Komunikasi bersama
yang bertujuan untuk saling memahami pelayanan mahasiswa
dan kesulitan bersama, kemudian mencari solusi yang
dapat diterapkan |
| 3. |
Penyelenggara Kamp/retreat pembinaan
bersama |
| 4. |
Penyelenggara pembekalan calon penngurus
PMK-PMK bersama |
| 5. |
Mengkoordinasi doa bersama bagi
pelayanan mahasiswa se - Yogya |
| 6. |
Dll |
|
|
| |
|
|
| |
7. |
Fasilitator
| A. |
Peran: |
| |
Peran fasilitator ini penting berkaitan
dengan perintisan, dimana dalam tahap ini perintisan PMK
(kampus), belum mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhannya.
Itu sebabnya PMK (kota) bertanggung jawab dalam penyediaan
nara sumber dan fasilitas persekutuan, dll yang diperlukan
oleh PMK tersebut.
PMK-PMK kampus perintisan, akan merasa tertolong dengan
dibantu secara konkrit. Bagi PMK (kota), hal ini merupakan
‘sarana’ membangun infrastruktur yang baik
dengan PMK-PMK tsb (terjadi keterikatan batin). |
| B. |
Fungsi: |
| |
PMK kota dapat mewujudkan perannya sebagai
fasilitator bagi PMK kampus dengan mengerjakan fungsi
:
| 1. |
Peminjaman buku, untuk
itu dibutuhkan perpustakaan yang memadai |
| 2. |
Informasi data pembicara, tempat
retreat |
| 3. |
Peminjaman ruang pertemuan |
| 4. |
Menyediakan nara sumber/PKK |
| 5. |
Dll |
|
|
|
| II. |
Relasi PMK
Kota dengan PMK-PMK Kampus |
| |
Peran dan fungsi Perkantas di kota-kota ber
Perguruan Tinggi menjadi nyata dengan terjangkaunya kampus di
kota-kota tersebut dengan Injil yang terwujud ke hadiran persekutuan-persekutuan
Mahasiswa di kampus-kampus baik negeri maupun swasta dan dengan
adanya relasi diantara PMK kota dengan PMk kampus yang harmonis
memungkinkan masing-masing menngerjakan tugasnya tanggungjawabnya
dalam menjangkau mahasiswa. |
| |
|
| |
Bentuk/sifat relasi PMK Kota dengan
PMK kampus :
| 1. |
Fungsional : |
| |
Secara fungsional relasi PMK kota dengan
PMK-PMK kampus tampak di dalam ketujuh peran PMK kota.
Karena relasi semacam ini maka PMK kota dengan PMK-PMK
kampus tidak memiliki hubungan struktural (membawahi),
masing-masing baik PMK kota maupun PMK-PMK kampus mengerjakan
pelayanannya sesuai dengan visi dan misinya (PMK kampus
= kategorial; PMK kota = umum) dan secara bersama-sama
menjangkau mahasiswa dengan berdampingan dan bekerjasama,
saling bahu membahu, untuk mencapai kampus-kampus dikotanya.
Hubungan secara fungsional ini juga tercermin dalam prinsip
pelayanan Perkantas yang tidak memiliki keanggotaan (keanggotaannya=keanggotaan
pelayanan) dan karakter pelayanan ini yaitu student movement |
| 2. |
Afiliasi |
| |
Relasi antara PMK Kampus dengan PMK Kota
(perkantas) dapat bersifat afiliasi jika dikehendaki oleh
PMK kampus dengan maksud agar persekutuan-persekutuan
yang dibentuk itu tidak liar (ada yang menaungi), tetapi
ada dibawah naungan Perkantas. Hubungan semacam ini khususnya
bermanfaat bagi Kampus-kampus yang tidak memberikan izin
kepada kegiatan persekutuan mahasiswa Kristen. Hubungan
macam ini diatur dalam AD/ART Perkantas. |
| |
 |
| |
Keterangan
| 1. |
Kedudukan PMK kota
dan PMK kampus sejajar, dan berada dibawah koordinasi
Perkantas |
| 2. |
Garis putus menunjukkan hubungan
fungsional |
|
|
|
|
 |