 |
|
 |
 |
|
 |
|
 |
| Kurikulum
Pelayanan Mahasiswa Kristen |
| I. |
Definisi |
| |
Kurikulum berasal dari bahasa latin
curriculum, secara harafiah berarti race cource (biasanya
untuk pacuan kuda=‘a chariot race course’),
dan secara traditional berarti isi mata pelajaran (body
content), istilah ini kemudian digunakan untuk menjelaskan
sejumlah courses/kegiatan dari siswa dalam menyelesaikan
isi mata pelajaran guna mencapai suatu gelar atau ijazah |
| |
|
| II. |
PENTINGNYA KURIKULUM
A. Pentingnya kurikulum berdasarkan ajaran Alkitab:
| 1. |
Ajarkanlah mereka
melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu ( Mat 28:19 ). Bagaimana orang bisa melakukan
segala sesuatu yang telah diperintahkan Kristus?
Perlu direncanakan program, materi dan metode
yang bertujuan mengajarkan mereka melakukan segala
perintah Tuhan. |
| 2. |
Agar tidak lalai memberitakan
seluruh maksud Allah kepada jemaat (Kis 20:27).
Dan kurikulum adalah media tepat, karena memuat
seluruh maksud Allah yang diperlukan. |
|
|
|
| |
| 3. |
Kedewasaaan rohani merupakan
kerinduan Allah bagi semua anak-anakNya (Efesus 4:11-14),
mereka akan bertumbuh dari tahapan bayi rohani ke dewasaan
rohani, Untuk itu mereka maing-masing membutuhkan makanan
yang tepat ( Ibrani 5:12; 6:3 ) |
|
| |
B. Manfaat kurikulum secara praktis:
| 1. |
Menghasilkan pembinaan/pelayanan
yang berkualitas:
| • |
Persiapan materi dan
metode bisa lebih baik (waktu lebih banyak) |
| • |
Materi dan metode penyampaian lebih
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. |
| • |
Hasil lebih nyata karena adanya
arah dan sasaran |
|
| 2. |
Pembinaan/pelayanan lebih efektif dan
efisien:
Dengan program yang jelas dan metode yang lebih tepat,
sasaran bisa dicapai sesuai dengan yang diharapkan. |
| 3. |
Pelaksanaan dan hasil pelayanan/pembinaan
bisa dievaluasi, sehingga bisa diperbaiki secara konkrit
atau ditingkatkan mutunya. Dan bisa terus diperbaharui/disesuaikan.
|
|
| |
|
| III. |
PRINSIP KURIKULUM YANG BAIK
Prinsip kurikulum yang baik dalam perumusannya memperhatikan,
berbagai hal sebagai berikut:
| 1. |
Kurikulum yang baik harus
memiliki minimal 4 komponen kurikulum:
| • |
Tujuan/sasaran (hasil
akhir-kualitas & kuantitas- yang diharapkan) |
| • |
Isi (materi/topic/bahan) |
| • |
Strategi pelaksanaan (metode/kegiatan/waktu/tahapan) |
| • |
Evaluasi (cara penilaian apakah
arahnya benar san sasaran tercapai, seberapa jauh
perkembangan orang yang dibina). |
|
| 2. |
Kurikulum, terutama tujuan/sasran dan
isi harus sesuai dengan kebenaran Alkitab dan kebutuhan
yang dibina :
| • |
Kepekaan kita pada kebutuhan
dan problema orang-orang yan dibina. |
| • |
Kaitkan kebutuhan dan tujuan dengan
disiplin ilmunya. (pengkategorian) |
| • |
Observasi kita atas kebutuhan dan
sikon di gereja, masyarakat/negara, kampus, dll |
| • |
Hasil akhir (sasaran) harus memenuhi
kebutuhan bagi pembangunan tubuh Kristus dan pembangunan
di negara kita (membangun kerajaan Allah di negara
kita) |
| • |
Pengajaran Alkitab dengan benar. |
| • |
Kriteria sasaran yang baik: menantang,
realistis, dan mengena. |
|
| 3. |
Kurikulum pembinaan yang baik perlu sesuai
dengan tahapan pertumbuhan. Pencapaian sasaran yang efektif
biasanya perlu sistematis/bertahap.
| • |
Yang belum bertobat,
yang belum dewasa dan yang dewasa dalam Kristus
membutuhkan strategi pencapaian,bentuk metode/kegiatan
secara khusus. |
| • |
Tiap tahap punya sasaran (hasil
akhir yang mau dicapai) yang mendukung pencapaian
tujuan/sasaran akhir sesuai tujuan persekutuan. |
| • |
Tahapan dalam kurikulum juga memudahkan
dalam mengevaluasi dan perbaikan/revisi. |
| • |
Tahapan kurikulum dimulai dari dasar-dasar
pertobatan dan kepercayaan pada Allah kepada perkembangannya
yang penuh. (Dari menu susu ke makanan keras - Ibr
5:11; 6:2) |
|
| 4. |
Pelaksanaan kurikulum memerlukan pemahaman/penghayatan
yang benar. Tanpa kesadaran/penghayatan yang benar, adnya
kurikulum bisa berakibat negatif.
| • |
Kita perlu sadar bahwa
kurikulum hanya alat, tidak boleh dijadikan tujuan.
Dan jangan biarkan kurikulum itu menggeser pengandalan
kita akan Tuhan. |
| • |
Kita harus benar-benar memahami
tujuan dan isi dari kurikulum, yaitu untuk membantu
pembinaan/pelayaan yang sesuai dengan visi atau
profil murid yang dihasilkan. |
| • |
Kita harus terus menggumulkan apakah
kurikulum itu sudah tepat untuk mencapai visi pelayanan?
Apa ada yang perlu diubah atau ditambah? Kita perlu
seanantiasa peka akan hal ini. |
| • |
Kita juga perlu memiliki pengenalan
akan metode/ kegiatan pelayanan/pembinaan yang baik,
sehingga kita dapat memilih metode/kegiatan yang
tepat, bahkan kalau bisa, menghasilkan metoda yang
lebih baik. Pemilihan metode juga tergantung pada
bahan atau tujuan pembinaan. |
|
|
| |
|
| IV. |
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN KURIKULUM
| 1. |
Menetapkan tujuan dan sasaran
| • |
Menuangkan visi dalam
tujuan dan sasaran, serta menetapkan kriteria/profil
alumni Kristen yang mau dihasilkan. Dalam menetapkan
Kriteria/profil alumni perlu berdasarkan kehendak
Allah dan kondisi dunia (kebutuhan: masyarkat, grreja,
bangsa/negara dan dunia)
Tujuan dan sasaran berfungsi :
| - |
Menentukan arah
dan strategi pelayanan |
| - |
Memudahkan evaluasi bagi perbaikan/peningkatan |
| - |
Jadi pegangan pembina |
|
| • |
Isi (materi/topic/bahan) |
| • |
Strategi pelaksanaan (metode/kegiatan/waktu/tahapan) |
| • |
Evaluasi (cara penilaian apakah
arahnya benar san sasaran tercapai, seberapa jauh
perkembangan orang yang dibina). |
|
| 2. |
Analisa kebutuhan:
| • |
Observasi : adakan evaluasi,
analisa SWOT,…dan survei dengan angket, wawancara.
melihat kebutuhan, peluang, problem, interes, sikon,
kelebihan, kelemahan, bahaya-bahaya yang dihadapi.
|
| • |
Kondisi orang yang dilayani dan
kebutuhannya. |
|
| 3. |
Menetapkan materi dan metode
| • |
Menetapkan materi apa
yang harus diberikan (isi/topik) |
| • |
Kelompokkan agar sesuai dengan tahapan
pertumbuhan |
| • |
metoda penyampaian/tetapkan strategi
pembinaan yang tepat termasuk menetapkan saran dan
prasarana yang diperlukan. |
| • |
Jadwal pertemuan/penyampaian bahan |
|
| 4. |
Evaluasi
| • |
Evaluasi Input : Beberapa
tenaga pembina, dana, sarana, peserta yang tersedia
atau dapat diupayakan. |
Apakah itu sesuai dengan yang direncanakan? Jika tidak,
apa yang bisa dilakukan
| • |
Evaluasi proses/metoda/kegiatan
yang dipakai : Apakah itu tepat, efektif? Apakah
ada cara yang lebih baik? |
| • |
Evaluasi Output: Baik secara kuantitatif
(Jumlah orang, dana dan waktu yang terpakai…)
atau kualitatif (bobot hasil yang diperoleh). Bandingkan
dengan target/sasaran yang direncanakan. |
Evaluasi dapat dilakukan dengan:
| • |
Memakai formulir/lembar
evaluasi atau penilaian (yang diisi pembina berdasarkan
hasil pengamatan atau hasil wawancara atau sharing). |
| • |
Membuat kuesioner/angket/lembar
tes, yang diisi oleh peserta |
| • |
Alat evaluasi perlu dibuat agar
dapat melihat hasil yang pasti dari tahun ketahun |
|
|
| |
|
| V. |
JENIS KURIKULUM:
Pertumbuhan iman mengarah kepada kedewasaan Kristen
berlaku seumur hidup seorang Kristen, tetapi dalam pelayanan
mahasiswa, Perkantas sengaja mengambil peran dalam mengajarkan
hal-hal dasar yang mempengaruhi knowledge, character dan skill
seorang mahasiswa, yang akan bermanfaat bagi mereka untuk bisa
melanjutkan sendiri pertumbuhan iman mereka.
Karena keterbatasan waktu dalam menolong mahasiswa dalam mencapai
profil yang diharapkan dalam pelayanan ini, maka kurikulum pelayanan
mahasiswa sengaja dibagi menjadi 2 bagian yaitu materi-materi
dasar yang membutuhkan pendampingan yang intensif (kurikulum
KK) dan materi-materi yang dapat diberikan tanpa pendampingan
| 1. |
Kurikulum Persekutuan Besar/Umum
(Lampiran) |
| 2. |
Kurikulum KK – PKKdan AKK (Lampiran) |
|
|
|
 |