 |
|
 |
 |
|
 |
|
 |
| Merintis,
Memelihara dan Mengembangkan Pelayanan Mahasiswa |
| |
Kehadiran pelayanan Perkantas telah
mengobarkan semangat bersekutu dan bersaksi diantara
para mahasiswa Kristen. Juga telah berdampak bagi gereja,
masyarakat, ataupun kampus dalam skala-skala tertentu.
Menyadari bahwa untuk merintis, memelihara dan mengembangkan
pelayanan mahasiswa yang berkualitas dan kontinyu menjadi
bagian dari visi dan misi Perkantas, maka hal ini perlu
dibahas lebih detail. |
| |
I. Merintis Pelayanan
Mahasiswa
| A. |
Pentingnya
Merintis Pelayanan Mahasiswa |
| |
1. Dasar Alkitabiah |
| |
| a. |
Matius 28:18-20
– Melaksanakan amanat agung Tuhan
Yesus, menjadikan semua bangsa murid KU.
Allah merindukan semua orang diselamatkan
termasuk mahasiswa |
| b. |
Yohanes 4:35-38 –
Ladang sudah menguning, jika tuaian sedah
menguning tidak cepat dituai, maka tuaian
itu bisa menjadi busuk atau dituai oleh
orang lain. |
| c. |
Kisah 1:8 – Menjadi
saksi Kristus, di Yerusalem, Yudea, Samaria
dan seluruh dunia adalah tugas orang Kristen
termasuk mahasiswa Kristen. |
|
|
|
|
|
| |
| 2. |
Alasan Strategis
| a. |
Mahasiswa adalah
calon pemimpin, bila calon pemimpin dimenangkan
bagi Kristus maka pengaruhnya akan sangat
besar dan luas. Pemimpin di segala bidang
sesuai dengan disiplin ilmu yang telah dipelajari. |
| b. |
Kampus adalah wadah pembinaan
yang sangat efektif, dan efisien mengingat
homogenitas dalam level yang sama, mobilitas
yang tinggi, semangat muda yang berapi-api
serta interaksi yang kuat di antara mereka. |
| c. |
Strategis bagi pelayanan misi,
sebab setelah lulus sebagai alumni memiliki
kesempatan yang luas untuk diutus ke berbagai
bidang dan berbagai daerah. |
|
| |
|
| 3. |
Alasan Sosial
| a. |
Kampus merupakan
dunia yang khusus dan sangat sulit bagi gereja
untuk menjangkaunya, oleh karena itu mahasiswa
hanya bisa efektif dijangkau oleh mahasiswa
sendiri. |
| b. |
Kehadiran murid Kristus yang
bersekutu dan saling mengasihi merupakan daya
tarik bagi mahasiswa lain yang belum percaya
pada Kristus. |
| c. |
Mahasiswa yang terlibat dalam
pelayanan mahasiwa berasal dari bermacam-macam
gereja (interdenominasi), dampak dari persekutuan
mereka tentunya adalah kesatuan yang makin
erat dan kuat sebagai bagian dari tubuh Kristus. |
|
|
| |
|
| B. |
Aspek Perintis |
| |
Siapa yang harus merintis pelayanan mahasiswa
? Tentulah mereka yang telah percaya pada Kristus sebagai
syarat pertama. Sedangkan kriteria lain adalah sebagai
berikut:
| 1. |
Mempunyai visi dan misi
pelayanan mahasiswa. Ia bukan hanya sekedar mengerti
teori visi dan misi pelayanan mahasiswa, namun lebih
dari itu ia harus mampu hidup dalam visi dan misi
yang telah diyakininya. |
| 2. |
Mempunyai kehidupan doa yang sungguh-sungguh
(Kis 4:23-31). Pelayanan mahasiswa adalah milik
Allah, maka ketergantungan kepada Allah adalah mutlak.
Ciri pelayanan mahasiswa selain menggali firman
Tuhan adalah juga pelayanan yang memusatkan pada
doa. |
| 3. |
Kerelaan untuk memberitakan Injil
(Kis 4:31). Setiap orang yang terlibat pelayanan
mahasiswa memang seharusnya mempunyai gaya hidup
menginjili, mereka selalu tergerak oleh belas kasihan
melihat mahasiswa yang belum percaya pada Kristus. |
|
| |
|
| C. |
Metode Perintisan
| 1. |
Pengabaran Injil secara
pribadi/pelayanan pribadi
Pelayanan pribadi atau pekabaran Injil melalui persahabatan,
merupakan cara yang sederhana tetapi sangat efektif.
Karena tidak diperlukan sarana-sarana yang rumit,
namun dapat menjangkau banyak lapisan sosial, pelayanan
pribadi ini dapat pula dilakukan melalui perkunjungan
di waktu mahasiswa baru mulai datang ke kota anda. |
| 2. |
Membentuk Kelompok Kecil
Mengumpulkan beberapa orang (3-6 orang) yang rindu,
mereka dilayani dalam kelompok pemuridan. Komitmen,
kesetiaan dan disiplin merupakan modal dasar untuk
berhasilnya kelompok pemuridan ini. Dengan prinsip
II Timotius 2:2, diharapkan kelompok dapat dilipatgandakan.
Kelompok pemula dapat diadikan pengurus inti untuk
memulai pelayanan mahasiswa yang lebih mantap dan
berkembang. |
| 3. |
Melalui Kelompok Besar
Kelompok besar yang dimaksud selain besar dalam
jumlah orangnya juga besar dalam acaranya, seperti
:
| • |
Kamp,
dapat dipakai untuk sarana perintisan pelayanan
mahasiswa. Peserta dibina, diperlengkapi,
dibukakan hal-hal yang berkaitan dengan visi
dan misi pelayanan mahasiswa. Dibukakan kota-kota
atau kampus-kampus yang sangat membutuhkan
adanyan pelayanan mahasiswa. |
| • |
KKR, Seminar,
Lokakarya. Acara semacam inipun dapat dipakai
sebagai sarana untuk memulai pelayanan mahasiswa.
Orang-orang ditindaklanjuti dengan program-program
training yang telah disiapkan. |
|
| 4. |
Melalui Pendekatan Struktural Kampus.
| • |
Pendekatan
kepada dosen-dosen yang beragama Kristen,
dengan menjelaskan visi dan misi pelayanan
mahasiswa agar dipahami dan didukung. |
| • |
Mengutus mahasiswa
Kristen yang mempunyai beban terhadap pelayanan
mahasiswa, sekaligus punya talenta berorganisasi
masuk senat untuk mempermudah masuknya pelayanan
mahasiswa di kampus. |
| • |
Mengajukan proposal
ke Universitas/Fakultas melalui jalur-jalur
resmi yang ada. |
| • |
Menyiapkan orang-orang
yang sungguh terbeban untuk menyelenggarakan
pelayanan mahasiswa di kampus tersebut. |
|
| 5. |
Melalui Pendekatan Struktural Pemerintah
dan Gereja.
| • |
Menjalin
hubungan baik dengan pejabat pemerintah Bimas
Kristen Protestan Departemen Agama, dengan
berkunjung, mendaftarkan secara resmi, melaporkan
kegiatan program-programyan, mengundang menjadi
pembicara, melaksanakan kegiatan bersama atau
pelayanan bersama,dll. |
| • |
Menjalin hubungan
yang baik dengan gereja, dengan berkunjung
ke gereja, terlibat dalam salah satu program
gereja, melaksanakan kegiatan/pelayanan bersama,
mengundang pendeta-pendeta untuk melayani
dipersekutuan kampus, dll. |
| • |
Mengajukan proposal
ke Universitas/Fakultas melalui jalur-jalur
resmi yang ada. |
| • |
Menyiapkan orang-orang
yang sungguh terbeban untuk menyelenggarakan
pelayanan mahasiswa di kampus tersebut. |
|
|
|
| II. |
Memelihara Pelayanan
Mahasiswa |
|
Memelihara lebih sulit daripada merintis, itu
sebabnya pelayanan mahasiswa yang telah dirintis perlu dipelihara
dengan cara sebagai berikut:
| 1. |
Menerapkan pola pelayanan
4P |
| |
Penginjilan, Pemuridan, Pelipatgandaan
dan Pengutusan seharusnya dijadikan pola pelayanan dalam
menyelenggarakan pelayanan mahasiswa. Mahasiswa yang bertobat
dari hasil penginjilan dimuridkan, setelah menjadi murid
mereka dilatih untuk memuridkan orang lain dan selanjutnya
diutus. Jika pola pelayanan 4P berjalan dengan baik dapat
dipastikan bahwa pelayanan mahasiswa akan terpelihara. |
| 2. |
Transfer Visi |
| |
Pelayanan mahasiswa memerlukan orang-orang
yang mempunyai visi yang jelas dan tajam, supaya satu
generasi tsb mampu mentransferkan visi pelayanannya kepada
generasi penerus, yang akan melanjutkan pelayan yang sudah
terintis agar tidak menyimpang dari visi semula. |
| 3. |
Pengelolaan yang profesional |
| |
Kita harus mulai belajar mengelola pelayanan
mahasiswa secara sungguh-sungguh, direncanakan, diatur
sedemikian rupa sehingga dapat dievaluasi perkembangannya
dari waktu ke waktu, oleh karena itu diperlukan antara
lain:
| • |
Penyusunan program yang
teratur dan terpadu yang mengarah kepada visi |
| • |
Penggunaan kurikulum yang sesuai
kebutuhan |
| • |
Penempatan orang (sebagai pengurus)
sesuai dengan karunia dan kapasitas |
| • |
Keuangan dibukukan dengan rapi dan
bertanggungjawab |
| • |
Dll |
|
| 4. |
Memelihara kontak dengan alumni |
| |
Alumni-alumni yang telah dilayani dalam
pelayanan mahasiswa, dapat dijadikan sebagai nara sumber,
pemelihara visi, pendukung dana/fasilitas. Mengingat pentingnya
peran alumni tersebu, maka haruslah diupayakan untuk memelihara
kontak dengan mereka, misalnya memberikan warta, melibatkan
dalam pelayanan praktis sesuai dengan talenta mereka,
dll. |
|
| |
|
| III |
Mengembangkan Pelayanan
Mahasiswa |
| |
Mengembangkan pelayanan merupakan hal yang lebih
sulit, namun haruslah tetap dilakukan. Karena jika pelayanan
tidak berkembang sesuai tujuan yang ada, akhirnya akan ditinggalkan
oleh mahasiswa, Oleh karena itu harus dipikirkan suatu upaya
pengembangan sebagai ciri pelayanan yang hidup, antara lain:
| 1. |
Buatlah penelitian untuk
melihat sejauh mana dampak pelayanan dari segi pengetahuan,
sikap dan ketrampilan.
| • |
Apakah dampak KTB terhadap
kehidupan pribadimahasiswa |
| • |
Apakah pengaruh PMK terhadap kehidupan
kampus |
| • |
Apakah manfaat pelayanan mahasiswa
bagi pelayanan mahasiswa di gerejanya |
| • |
Dll |
|
| 2. |
Mulai diarahkan pelayanan kepada kategorial
studynya, sehingga dapat menjawab tantangan dalam profesi
yang akan datang. Sebagai contoh pelayanan di FE harus
diarahkan dan disiapkan untuk menjawab tantangan ekonomi
yang ditinjau dari iman Kristen, termasuk bidang hukum,
politik, pendidikan, dsb |
| 3. |
Program retreat satu bidang tertentu.
| • |
Retreat pengurus atau
raker untuk satu bidang tertentu dari bebrapa kampus. |
| |
Misalnya retreat seksi acara, retreat
seksi pembinaan, retreat pemimpin kelompok kecil.
Retreat semacam ini lebih bisa menjawab masalah
yang ada dalam bidang tersebut. |
|
|
|
|
 |