 |
|
 |
 |
|
 |
|
 |
| Pengelolaan
Persekutuan Mahasiswa Kristen |
| I. |
Pendahuluan |
| |
Dua hal ekstrim dalam pengelolaan persekutuan
kampus perlu dihindari: |
| |
Pertama, persekutuan
yang sangat bergantung pada ketrampilan mengelola.
Ini terjadi karen persekutuan begitu percaya pada kemampuan
manajeman atau sistem yang ada, sedikit demi sedikit
persekutuan beralih dari bergantung pada Tuhan menjadi
bergantung pada kemempuan diri. Persekutuan demikian
ditandai dengan begitu rapih daan teraturnya acara berlangsung,
tetapi di sisi yang lain disana sini mahasiswa maupun
pengurus mengalami kekeringan. Kegiatan-kegiatan persekutuan
berjalan hanya sebagai kewajiban saja.
Kedua, persekutan yang sangat “mengandalkan
Roh Kudus”, sehingga mereka merasa tidak perlu
lagi berpikir, mengelola dan mengembangkaan persekutuan.
Persekutuan berjalan sesuai dengan “pimpinan Roh”.
Persekutuan demikian mengabaikan kemampuan berpikir
yang telah Tuhan anugerahkan kepada mereka, sehingga
persekutuanpun tidak berjalan dan berkembang dengan
baik. |
|
|
| |
|
| |
Untuk tidak jatuh pada dua ekstrim tersebut,
persekutuan perlu menggunakan secara maksimal seluruh karunia/kemampuan
yang Tuhan berikan (kemampuan berpikir,dll), dengan penuh bergantung
pada Tuhan dan mengelola dengan bertangungjawab. Bergantung
pada Tuahn, karena memang Tuhanlah yang memiliki persekutuan.
Tanpa Tuhan segala usaha kiat akan sia-sia. Seperti yang dikatakan
dalam Mazmur 127:1 “Jikalau bukan Tuhan yang membangun
rumah sia-sialah usaha orang yang membangunnya”. Dan mengelola
seperti Allah yang dengan teratur bumi ini (Kejadian 1) |
| |
|
| |
Pengelolaan PMK hampir sama dengan manajemen
organisasi secara umum, yaitu :
| 1. |
Sama melakukan perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian. |
| 2. |
Sama dituntut keahlian (profesionalisme)
dalam melaksanakan manajemen (pengelolaan). |
|
| |
|
| II. |
Perbedaan Pengelolaan
PMK dan Manajemen Umum
| 1. |
Tujuan |
| |
Manajeman Persekutuan
| a. |
Mengejar
nilai kekal dan jangka panjang |
| b. |
Berorientasi untuk kemuliaan
Tuhan |
|
|
Manajemen organisasi secara
umum
| a. |
Secara umum
mengejar nilai yang sifatnya sementara
(profit) |
| b. |
Secara umum berorientasi
untuk keuntungan organisasi |
|
|
|
| 2. |
Kriteria Pengurus |
| |
Manajeman Persekutuan
| a. |
Percaya
diri dengan dasar penyerahan pada Tuhan |
| b. |
Melayani |
| c. |
Kesetiaan pada Allah |
|
|
Manajemen organisasi secara
umum
| a. |
Percaya
diri karen kemampuan yang mereka miliki |
| b. |
Dilayani |
| c. |
Setia pada organisasi |
|
|
|
|
| |
|
| III. |
Definisi Manajemen |
| |
Harold Koontz & Cyril O’Donnel, Principles
of Managemant An Analysis of Management Functions) mengatikan
“Manajemen” sebagai: Usaha mencapai suatu tujuan
tertentu melaui kegiatn orang lain. Dengan demikian manajer
mengadakan koordinasi atas sejumlah aktifitas orang lain yang
meliputi perencaan, pengorganisasian, penempatan, penggerakkan
dan pengendalian. Sedangkan menurut G.R. Terry, (Principles
of Management) Managemen adalah: Suatu proses khas yang terdiri
dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan
pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai
sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber
daya manusia dan sumber-sumber lainnya. Dan |
| |
Managemen adalah : Seni untuk
melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain atau seni dalam
tercapainya semua pekerjaan melaui orang lain. Demikian definisi
yang diberikan oleh Mary Parker Follet, yang
dikutip oleh James A.F. Stoner & R. Edward Freeman,
Managemant |
| |
|
| |
Kesimpulan : |
| |
Manajemen adalah Ilmu dan seni mengatur sumber
daya manusia dan sumber-sumber lainnya untuk mencapaii suatu
tujuan secara bersama-sama.
Menurut Alkitab managemen dari segi esensinya adalah pembentukan
karakter manusia, baru kemudian pengelolaan secara struktural |
| |
|
| IV. |
Mengapa persekutuan perlu
dikelola ?
| 1. |
Agar teratur, sopan dan baik,
karena:
| • |
Allah kita bekerja
dengan teratur dan terencana ( Kejadian 1 ) |
| • |
Untuk kesaksian yang baik ( I Korintus
11 : 17 ) |
| • |
Akan teratur dan sopan ( I Korintus
14 : 40 ) |
|
| 2. |
Agar efektif: hasil lebih maksimal |
| 3. |
Agar efisien: dana, tenaga, dan waktu |
| 4. |
Agar karunia berkembang |
| 5. |
Agar tujuan pelayanan tercapai: Firman
Allah makin tersebar, jumlah murid bertambah dan berkualitas |
| 6. |
Agar kendala-kendala yang ada akan lebih
mudah/cepat teratasi melalui pelayanan bersama dengan
cara yang terencana dan efektif |
| 7. |
Agar dapat melaksanakan sesuatu yang lebih
besar (progresif) bagi Allah |
|
| V. |
Bagaimana mengelola persekutuan?
Pengelolaan yang baik harus terdiri dari bebrapa tahp yang sifatnya
saling berkaitan. Tahap-tahap tersebut digambarkan sebagai suatu
lingkaran yang porsesnya berlangsung terus menerus, seperti
dilukiskan di bawah ini. |
| |
| A. |
PERENCANAAN
Perencanaan ialah tahap awal dari suatu kegiatan
dimana di dalamnya terdapat proses melihat fakta-fakta
dan memberikan asumsi tentang masa yang akan datang dan
berdasarkan itu merumuskan tujuan/sasaran, kebijaksaan,
prosedur, program, anggaran, dll. |
| |
Langkah Perencanaan PMK |
| |
 |
| |
|
| B. |
Pengorganisasian
Pengorganisasian ialah tahapan cara mengatur
kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan dalam struktur
kegiatan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Faktor Penentu Struktur Organisasi :
| a. |
Beban tugas yang diemban |
| b. |
Tingkat kematangan para tenaga pelaksana. |
| c. |
Sifat kegiatan yang perlu dilaksanaka,
apakah bersifat rutin atau menuntut daya inovatif
dan kreatif yang tinggi. |
| d. |
Kebijaksanaan pimpinan organisasi
tentang pola pengambilan keputusan, apakah sentralistik
atau desentralistik. |
|
| |
Proses Pengorganisasian Persekutuan/Pelayanan |
| |
 |
|
| |
Keterangan:
| 1. |
Perincian Tugas Pelayanan
:
Perincian merupakan tahap menginventarisasi tugas pelayanan/persekutuan
secara keseluruhan.
Contoh:
| • |
Menyusun acara lokakarya |
| • |
Menyusun acara persekutuan besar |
| • |
Mempersiapkan minum dan snack |
| • |
Menghubungi pembicara, MC, gitaris |
| • |
Mengurus keuangan |
| • |
Mempersiapkan rapat, membuat notulen
rapat |
| • |
Dsb |
|
| 2. |
Pembagian tugas:
Persekutuan biasanya dimulai dari sekelompok mahasiswa,
tetapi jika suatu saat persekutuan itu berkembang, maka
diperlukan orang-orang tertentu untuk menangani tugas-tugas
khusus atau lebih mengarah pada spesialisasi.
Manfaat spesialisasi:
| a. |
Bisa mendapatkan hasil
yang lebih baik karena:
| • |
Tidak seorangpun
mampu melaksanakan setiap aktivitas dengan
baik. Ada orang yang baik dalam tugas tertentu,
tetapi kurang baik dalam tugas yang lain |
| • |
Tidak seorangpun punya semua
ketrampilan.karunia ( I Kor 12:28 ) |
|
| b. |
Dengan pembagian tugas orang dikhususkan
untuk mengembangkan kemampuan/kapasitas dalam melaksanakan
tugas secara khusus (spesifik) |
|
| 3. |
Pembentukan komisi/sie:
Disamping itu jika melakukan inventarisasi, kita akan
menjumpai banyak tugas yang berkaitan satu dengan yang
lainnya. Oleh karenanya dibutuhkan pengelompokan tugas-tugas
yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Karena itu perlu
dibentuk komisi/sie, dengan maksud untuk memudahkan pengorganisasian
dan pengawasan.
Contoh: pembuatan poster acara persekutuan, penyusunan
acar persekutuan, menghubungi pembicara,MC/gitaris, mempersiapkan
minum dan snack, kesemuanya itu dapat disatukan dalam
sie acara.
Dalam bagan organisasi kita dapat melihat 4 aspek:
| 1. |
keseluruhan tugas pelayanan
secara garis besar ( pandangan menyeluruh ) |
| 2. |
soal wewenang dan tanggung jawab |
| 3. |
adanya garis komando yang bertujuan
untuk menjaga ketertiban dan keteraturan |
| 4. |
soal hubungan bagian yang satu dengan
yang lain |
|
| 4. |
Koordinasi:
Tujuan koordinasi adalah:
| 1. |
agar setiap orang,
komisi/sie dapat bekerja sama atau saling menunjang
dalam mencapai tujuan pelayanan |
| 2. |
tanpa koordinasi pengurus, komisi/sie
akan kehilangan pandangan tentang peranan mereka
dalam persekutuan. Jika demikian maka mereka mungkin
mulai mengejar kepentingan mereka sendiri yang tidak
jarang mengorbankan persekutuan secara keseluruhan. |
Permasalahan dalam koordinasi :
Makin tajam perbedaan spesialisais maka makin sukar bagi
kita untuk mengkoordinir aktivatas-aktivitas komisi tersebut,
karena orang dalam komisi/sie tresebut cenderung mengembangkan
pengertian sendiri tenteng tujuan persekutuan dan cara
mencapai tujuan itu.
Contoh: Sie buletin menjadi yang terutam. Perhatian tertuju
pada buletin. Akibatnya komisi/sie lain terabaikan.
Beberapa perbedaan yang bisa memperumit tahap pengkoordinasian
persekutuan :
| 1. |
Perbedaan pandangan
tentang cara yang terbaik untuk meningkatkan persekutuan. |
| 2. |
Perbedaan tentang waktu yang dibutuhkan
untuk kegiatan tertentu. |
| 3. |
Perbedaan pribadi: beda temperamen,
kebudayaan, pemahaman, dll. |
Hal-hal yang menunjang koordinasi yang baik:
| 1. |
Adanya struktur yang
tepat dan orang-orang yang tepat |
| 2. |
Adanya peraturan dan prosedur untuk
hal-hal yang rutin terjadi dan sudah jelas bagaimana
seharusnya |
| 3. |
Adanya perencanaan dan penyusunan
tujuan secara bersama untuk menggerakkan seluruh
komisi ke arah sasaran |
| 4. |
Adanya komunikasi dua arah dan rapat
koordinasi |
| 5. |
Adanya ketergantungan antar komisi,
contoh: sie acara, pembinaan, dan kelompok kecil. |
|
| 5. |
Pemantauan/pengecekan dan reorganisasi:
Karena organisasi hanyalah alat dalam pelayanan, maka
perlu sekali dipantau dan dievaluasi terus menerus apakah
benar-benar tepat atau efektif.
Penilaian ulang trehadap keefektifan dari organisasi perlu
dilakukan secara berkala, jika sudah tidak tepat lagi
maka langkah reorganisasi perlu dilakukan, baik dari segi
struktur maupun personil. |
| |
|
| |
|
| C. |
PENGGERAKAN
Penggerakan ialah tahap dimana pemimpin mengarahkan/membimbing
anggota untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang direncanakan.
Secara umum fungsi penggerakkan ini meliputi 4 fungsi
yang saling berkaitan: pelaksanaaan (actuating), pengarahan
( directing), memimpin (leading) dan memerintah (commanding).
Dalam penggerakan ini ada 5 hal yang perlu diperhatikan
demi berjalannya persekutuan dengan baik, yaitu;
| 1. |
Perilaku manusia (human
behavior) |
| 2. |
Motivasi (motivation) |
| 3. |
Kepemimpinan (leadership) |
| 4. |
Komunikasi (communication) |
| 5. |
Hubungan manusia ( human relations
) |
|
| |
|
| D. |
PENGENDALIAN
Untuk mengetahui apakah kegiatan yang kita lakukan
berhasil ? untuk mengetahui bahwa pengelolaan persekutuan
telah sesuai dengan harapan ? Atau lebih khusus lagi apakah
parencanaan, pengorganisasian dan kepemimpinan dalam persekutuan
sudah tepat dan hasil yang diperoleh terarah sesuai tujuan
persekutuan?
Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab jika penilaian
kembali atau evaluasi dilakukan secara periodic terhadap
pelayanan yang dikerjakan.
Kegiatan menilai kembali merupakan aktivitas sentral
dari fungsi pengelolaan persekutuan mahasiswa yang dinamakan
sebagai pengawasan (P4M). |
|
|
|
 |