Pentingnya Pelayanan Siswa

Mengapa pelayanan siswa penting untuk dikerjakan?
Pertama-tama, kita perlu melihat keberadaan siswa di Indonesia saat ini:
Kenakalan yang akut sudah bersifat pemberontakan yang membahayakan.
Potensi dan jumlah yang sangat besar sebagai kekuatan/asset generasi pembangun atau kelak sebagai musuh/generasi pemberontak dan beban bangsa.
Usia siswa sangat representatif terhadap kerohanian (Injil) dan pembentukan, emosi, karakter, dan intelektual.
Strategis bagi kesinambungan pelayanan (siswa – mahasiswa – alumni).
Kesempatan besar sekaligus kesempatan terakhir untuk memasuki lapisan masyarakat yang lebih luas sebelum memasuki dunia pasca siswa (rumahtangga, STT, ABRI, kerja, dll).
Kepolosan dan kesederhanaan siswa versus rawannya mereka terhadap kejahatan dan kebinasaan.
Fase dimana rasa ingin tahu yang sangat besar dan dunia memanfaatkan situasi ini dengan menfokuskan mereka menjadi segmen pasar untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

VISI PELAYANAN SISWA

1. Siswa mengenal Kristus bertumbuh menjadi murid Tuhan yang setia, taat, dewasa, tanggung dan menjadi berkat yang nyata bagi keluarga, Gereja dan masyarakat.
2. Indonesia dimasa depan diperbaharui oleh kehadiran siswa yang kelak menjadi mahasiswa dan alumni yang mempunyai nilai-nilai moral yang mulia oleh karena cinta kasih mereka kepada Tuhan dan sesama.
3. Adanya duta-duta Kristus yang dihasilkan dari pelayanan pembinaan dan pemuridan siswa untuk memberitakan kabar keselamatan ke seluruh penjuru dunia.

Kenyataan dan Impian

1. Keberadaan siswa sebagai orang berdosa (Yes 59 :12; Rom 3 : 23; 5 :12; 6 :23) dan kerinduan Allah untuk keselamatan mereka (Yoh 3:16; II Pet 3 :9).
2. Keberadaan siswa yang secara psikologis sedang mencari identitas/pegangan hidup, tetapi sekaligus masa bermasalah dan peran kehadiran pembinaan (kabar baik) bagi mereka (Ams 22 :6; Rom 12 :1-2; Ef 4 : 13-15, 22-24; Gal 5 : 22-23, II Tim 1: 5, 3:15)
3. Keberadaan siswa sebagai generasi penerus dan bukti sejarah Student today leader tomorrow

MISI PELAYANAN SISWA

1. Misi Penginjilan
a. Penginjilan dilakukan kepada siswa agar mereka mengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya pribadi
b. Penginjilan dilakukan dengan persahabatan, PIPA, KKR, Kamp, dll
2. Misi Pembinaan/ Pemuridan
a. Pemuridan dilakukan kepada siswa sehingga mereka menjadi murid Kristus yang sejati
b. Pemuridan dilakukan terhadap seluruh aspek kehidupannya (pengetahuan, karakter, dst)
c. Pemuridan dilaksanakan dengan kelompok kecil sebagai strategi utama.
3. Misi Pelipatgandaan
a. Pelipatgandaan adalah kelanjutan dari proses pemuridan sehingga terbentuk penggandaan murid
b. Pelipatgandaan dilakukan dengan teladan dan pelatihan
4. Misi Pengutusan
a. Pengutusan ditujukan pertama-tama untuk menjangkau sesama siswa di sekolah-sekolah kemudian ke dunia kampus (mahasiswa)
b. Pengutusan dilakukan agar siswa siap memasuki dunia pasca siswa dan melayani di berbagai ladang pelayanan sesuai dengan panggilannya dalam misi PI sedunia.

Prinsip/ Keunikan Pelayanan

1. Pelayanan dan persekutuan yang berpusat pada Kristus (Christ centered). Dia adalah Kepala dan Empunya pelayanan Perkantas. Karena itu PSK menekankan pola kepemimpina yang melayani (servant hood leadership) dan kehidupan yang mengutamakan KeTuhanan Kristus.
2. Persekutuan yang mendasarkan diri pada Alkitab (bible based movement). Pengajaran yang berdasarkan Alkitab menjadi program utama pelayanan.
3. Pelayanan yang mengutamakan doa (prayer movement). PSK mengutamakan hubungan dan persekutuan dengan Tuhan melalui kehidupan doa. Selain itu PSK juga percaya bahwa pelayanan ini adalah peperangan rohani, dimana doa merupakan salahsatu pelayanan yang penting.
4. Penekanan pada prakarsa dan tanggungjawab siswa (student incharge and responsibility). Pelayanan PSK bukanlah pelayanan staf/pembina tetapi merupakan pelayanan oleh siswa, untuk siswa. Peranan staf/pembina dan alumni adalah memperlengkapi mereka dalam melakukan pekerjaan pelayanan, dengan tujuan siswa itu sendiri menjadi pemimpin/pelayan yang kreatif dan berkualitas.
5. Bersifat antar aliran Gereja (interdenominasi). Semua orang percaya adalah saudara seiman, sekalipun mereka berasal dari Gereja yang berbeda. Kekhususan interdenominasi ini adalah untuk membangun kesatuan orang percaya dinegara kita dan dunia.
6. Pelayanan yang menekankan pembinaan dan pelayanan melalui Kelompok kecil (small group movement). Walaupun PSK melakukan pelayanan yang bersifat massal dan pribadi, namun bentuk pelayanan kelompok kecil (KTB) merupakan kegiatan utama dalam pembinaan pemuridan.
7. Pelayanan yang mengutamakan persekutuan dan persahabatan (fellowship dan friendship). PSK adalag oraganinsasi yang bersifat organisme dan merupakan persekutuan saudara seiman.
8. PSK bukan Gereja tetapi merupakan perpanjangan tangan dari pelayanan Gereja diantara siswa untuk membangun tubuh Kristus.

Strategi Pelayanan

1. PSK menekankan pelayanan pembinaan dan pelatihan bagi siswa kunci (key person) II Timotius 2:2
2. Walau PSK menggunakan pelayanan masal dan pelayanan pribadi tapi strategi yang utama adalah pelayanan dalam bentuk kelompok kecil
3. Siswa/ remaja akan lebih mudah dijangkau oleh sesama siswa/ remaja karena itu dalam melaksanakan berbagai program perhatian terhadap pemberdayaan siswamenjadi bagian penting.
4. Pendekatan kpada siswa/ remaja akan lebih mengena melalui dunia mereka dengan memperhatikan apa yang menjadi minat dan kebutuhanya
5. Melayani siswa/ remaja akan lebih tepat dengan memberikan pengarahan, dapat menjadi teman, kakak sekaligus teladan/ idola.
6. Diupayakan fokus ke sekolah-sekolah favorit (yang berpotensi untuk masuk ke universitas atau Perguruan Tinggi Negeri),"
 

MERINTIS DAN MENGEMBANGKAN
PELAYANAN SISWA

PENGERTIAN
  Merintis pelayanan siswa bisa dimulai dari PSK Sekolah dan atau PSK Kota dan mengusahakan pengembangannya sedenikian rupa sehingga visi misi pelayanan dapat tercapai.

PENTINGNYA MERINTIS PELAYANAN SISWA
A. Dasar Alkitabiah
1. Amanat Agung Tuhan Yesus (Matius 28 : 18-20)
2. Ladang sudah menguning (Yoh 4:35-38)
3. Siswa adalah objek kasih Allah (Yoh 3:16)
B. B. Alasan Strategis
1. Siswa adalah calon pemimpin
2. Sekolah adalah wadah pembinaan yang sangat efektif dan efisien mengingat homogenitas dalam level yang sama, mobilitas yang tinggi, semangat muda yang berapi-api serta interaksi yang kuat diantara mereka.
3. Strategis bagi persiapan pelayanan mahasiswa atau dunia pasca siswa
C. Alasan Sosial
1. Sekolah merupakan dunia khusus yang sangat efektif bila dijangkau oleh siswa itu sendiri
2. Kehadiran siswa siswi sebagai murid Kristus yang bersekutu dan saling mengasihi merupakan daya tarik bagi siswa lain yang belum percaya kepada Kristus
3. Siswa yang terlibat dalam pelayanan berasal dari berbagai aliran Gereja (Interdenominasi), hal ini akan menghasilkan kesatuan yang semakin erat sebagai tubuh Kristus.

SIAPA YANG BISA MERINTIS
a. Setiap orang yang percaya kepada Kristus dan memahami serta menghidupi visi misi pelayanan siswa
b. Memiliki kehidupan doa yang sungguh-sungguh
c. Kerelaan untuk memberitakan Injil

METODE PERINTISAN
1. Pengabaran Injil secara pribadi melalui persahabatan
2. Membentuk KK (II Tim 2:2)
3. Melalui Kelompok Besar, misalnya Kamp, KKR, Seminar, Lokakarya, dll
4. Melalui pendekatan structural ke sekolah
- pendekatan kepada guru-guru agama
- Mengajukan proposal kepada kepala sekolah
- Melalui forum alumni siswa
- Mengutus siswa masuk ke OSIS
5. Melalui pendekatan struktural pemerintah, Gereja dan orang tua.
- Menjalin hubungan baik dengan pejabat pemerintah, bimas Kristen Protestan, Departemen Agama.
- Menjalin hubungan baik dengan Gereja
- Menjalin hubungan baik dengan forum orang tua murid


MEMELIHARA PELAYANAN SISWA
1. Melalui pendekatan struktural pemerintah, Gereja dan orang tua.
- Menjalin hubungan baik dengan pejabat pemerintah, bimas Kristen Protestan, Departemen Agama.
- Menjalin hubungan baik dengan Gereja
- Menjalin hubungan baik dengan forum orang tua murid
2. Menerapkan pola pelayanan 4P (Penginjilan, Pemuridan, Pelipatgandaan dan Pengutusan)
3. Transfer misi
4. Pengelolaan yang professional antara lain :
- Penyusunan program yang teratur dan terpadu mengarah kepada visi
- Penggunaan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan
- Penempatan pengurus sesuai dengan karunia dan kapasitas
5. Memelihara kontak dengan alumni

MENGEMBANGKAN PELAYANAN SISWA
Membuat penelitian sejauh mana dampak pelayanan siswa :
- Apakah dampak KK terhadap kehidupan pribadi
- Apakah pengaruh PSK terhadap sekolah
- Apakah manfaat PSK bagi pelayanan Gereja
- Dan lain-lain
 

KESINAMBUNGAN PELAYANAN
(Siswa - Mahasiswa - Alumni)

Kenapa perlu dipahami hal kesinambungan ini ?
1. Supaya tidak terjadi tumpang tindih pelayanan
2. Supaya terjadi kesinambungan yang berkualitas sehingga visi dan misi pelayanan siswa,mahasiswa bisa tercapai
3. Supaya resources dan waktu terbatas dalam pelayanan siswa dan mahasiswa bisa difokuskan pada hal-halyang tepat dan berkualitas.
 
Bagaimana agar bisa kesinambungan?
1. Kita perlu memahami gambaran menyeluruh (big picture) dari pelayanan Perkantas
2. Kita perlu lihat tempat dan peran pelayan siswa, mahasiswa dan alumni dalam pelayanan ini
3. Kita perlu sepakati bersama dan konsisten melakukan bagian kita

Peran dan program dari pelayanan siswa dan mahasiswa dan alumni:
Mahasiswa baru mulai dari PI
Beberapa pemikiran yang dapat dilakukan oleh masing- masing pelayan:
Pelayan siswa:
  PSK
1. Persahabatan (per Group)
2. Acara KATA
3. Persekutuan besar
4. KK: Kabar baik untuk siswa
5. Kamp /retret PI
6. Folloup melalui KTB:
- Pelajaran tentang jaminan
- Langkah-langkah pertumbuhan iman
- Ketuhanan Kristus
- Pembinaan watak
7. Kebaktian/kamp pengutusan
  TPS
1. Pembimbing KK/ KTB Pengurus PSK
2. Kamp pembina siswa
3. Kamp pengutusan siswa (bersama PMK kota)
4. Training untuk pengurus PSK
- MC
- PA pribadi/ kelompok
- PA kelompok
- KTB
- Pimpin KTB
- Susun program
- Cara belajar yang efektif
- PI pribadi/ persahabatan
Selain itu ada kegiatan KNPS (Kamp Nasional Pembimbing Siswa) yang diadakan secara nasional untuk:
o Menjaga visi misi serta motivasi dari pelayanan siswa Perkantas
o Memberikan training- training bagi pembimbing siswa untuk meningkatkan kualitas dari pembimbing siswa untuk meningkatkan kualitas dari pembing siswa dan pelayan siswa
o Mendiskusikan ide-ide pengembangan pelayana siswa
o Memberi kesempatan bagi pembimbing siswa untuk saling membangun.